[Movie] Stand By Me Doraemon Itu Film Anak-Anak (?)

doraemon_movie_stand_by_me_poster_japan_images_wallpaperRabu sore kemaren (17/12) saya dan anak-anak nonton film Stand By Me Doraemon. Film yang antreannya rame banget. Film yang katanya mengharuskan kita bawa tissue karena sedih banget. Ya, kata sana-sini, dikabarkan ini film terakhir Doraemon dan diceritakan Nobita berpisah dengan Doraemon.

Di awal diceritakan kalau cicit Nobita (Sewashi-san) mengunjungi kakek buyutnya (Nobita) bersama Doraemon. Nobita awalnya kaget karena tau-tau keluar 2 sosok yang gak dikenal dari laci meja belajarnya.

Standbymedoraemon-nobita-jaikoSewashi bercerita kalau di masa depan Nobita akan menikah dengan Jaiko, adik Giant. Kabar yang bikin Nobita kaget banget karena selama ini kan dia naksir Shizuka. Di masa depan nanti, katanya gak ada satupun perusahaan yang mau menerima Nobita. Akhirnya, Nobita bikin usaha sendiri. Tapi, kemudian perusahaannya kebakaran dan Nobita banyak utangnya.

Kabar itu bikin Nobita sedih banget. Nobita memang dikenal sebagai anak yang ceroboh, sering dapat nilai 0 untuk mata pelajaran, malas, dan lain sebagainya. Cuma kata cicitnya, Nobita gak perlu khawatir karena semua itu masih bisa diubah. Makanya dia datang bersama Doraemon. Kucing robot yang akan mendampingi dan menolong Nobita. Doraemon tadinya menolak, sehingga bikin Sewashi terpaksa memprogram paksa Doraemon supaya menurut. Dan, Doraemon gak akan bisa kembali ke masa depan kalau belum bisa bikin Nobita bahagia.

Yang awalnya karena terpaksa, lama-lama terjalin persahabatan antara Doraemon dan Nobita. Cuma aja setengah perjalanan durasi awal memang diluar dugaan saya. Malah saya sempet terpikir, “Hmmm… bisa terjadi pro-kontra ini dikalangan para ibu. Apalagi kalau yang suka mommy war hehehe.”

Setengah perjalanan durasi awal bercerita tentang kisah cinta Nobita dan Shizuka. Cerita tentang bagaimana Nobita berusaha supaya Shizuka suka padanya dan mau menikah dengannya. Untuk mengejar cinta Shizuka, Nobita sempat ketergantungan sama benda dari kantong ajaib Doraemon. Doraemon udah melarang, tapi Nobita gak peduli karena yang penting Shizuka suka padanya.

Nobita baru mulai sadar setelah alat dari kantong ajaib Doraemon salah sasaran. Maksud hati pengen bikin Shizuka tergila-gila padanya yang terjadi malah Shizuka tergila-gila sama Dekisugi (cowok pintar dan tampan di sekolah). Tapi, Dekisugi menolak cinta Shizuka. Dekisugi memang suka sama Shizuka tapi caranya gak begini *kok, jadi kayak lirik lagu Anang, ya? Hehehe

15629135416_6e2fb4d01aDi masa depan, Suneo rambutnya kribo hehehe

Alur cerita kisah cinta Nobita ini maju-mundur. Ada episode dimana dia pergi ke masa depan untuk ketemu Shizuka. Ada juga episode dimana Nobita melakukan pesta bujang bersama teman-temannya sehari sebelum menikah.

Nobita senang banget begitu tau dia akan menikah dengan Shizuka di masa depan. Kegembiraannya itu membuat Doraemon akhirnya diperintahkan untuk ‘pulang kampung’, kembali ke masa depan dan gak akan bisa balik lagi karena misi dianggap telah selesai.

Selesai sampai situ ceritanya? Enggak, dong…

Setengah perjalanan episode terakhir, mulai keluar deh kisah mengharukannya. Bagaimana Nobita dan Doraemon merasa sedih banget bakal berpisah dan gak akan ketemu lagi. Bagaimana Nobita akhirnya menjadi rapuh lagi karena merasa tanpa Doraemon, dia pasti akan menjadi manusia gagal. Impiannya untuk bisa menikah dengan Shizuka pun kandas. Dia akan terus jadi korban bully Suneo dan Giant.

Doraemon meyakinkan kalau tanpa bantuan alat ajaibnya Nobita pasti akan tetap berhasil. Yang penting mau terus berusaha dan yakin. Tentu aja Nobita gak langsung bisa terima pendapat Doraemon. Dia merasa sangat marah.

Untuk orang tua yang melarang keras anaknya menonton kisah cinta, memang sebaiknya mempertimbangkan lagi untuk nonton film ini sama anak-anak. Kalau buat saya, sih, selama sebatas kisah cinta Nobita-Shizuka atau kisah cinta para princess Disney, masih ‘aman’ lah untuk ditonton anak-anak saya. Jadi kembali ke masing-masing pertimbangan aja, ya. Gak perlu diperdebatkan di sini šŸ™‚

Terlepas dari apakah nantinya akan ada pro-kontra, ada beberapa episode kesukaan saya dan anak-anak.

Doraemon Dan Dorayaki

doraemon_eat_dorayaki_stand_by_me_movie_japan_images_wallpaper-1280x720Nai paling suka adegan pertama kali Doraemon makan Dorayaki. Dan sejak cicipan pertama, Doraemon langsung tergila-gila sama Dorayaki. Lucu ekspresi Doraemon waktu pertama kali makan Dorayaki.

Nobita Menang Melawan Giant

00049862Ketika Nobita pergi ke luar rumah gara-gara sedih Doraemon mau pergi, di jalan dia diganggu oleh Giant. Nobita yang selalu dibully Giant, kali ini melawan. Perlawanan Nobita bikin Giant kaget. Walopun harus babak belur, Nobita bisa menang melawan Giant.

Ini jadi adegan favorit Keke karena setelah menang Nobita bilang kalau dia sudah bisa membuktikan kepada Doraemon kalau dia juga bisa berhasil tanpa bantuannya. Apalagi tanpa sepengetahuan Nobita, Doraemon menyaksikan perkelahian tersebut.

Nobita pulang ke rumah digendong sama Doraemon. Malam itu, Nobita tidur dengan wajah tersenyum. Melihat Nobita terlihat bahagia, Doraemon pun kembali ke masa depan. Mengharukan juga adegan yang ini.

Shizuka akan menikah

doraemon_movie_stand_by_me_trailer_2014_japan_images_wallpaperAdegan sehari sebelum menikah justru jadi scene favorit saya. Adegan dimana ketika Nobita sedang pesta bujang, justru Shizuka lagi merasa galau dan ingin membatalkan pernikahannya. Shizuka menceritakan alasannya kepada ayahnya. Dia ingin membatalkan pernikahan karena selama ini merasa belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya.

Ayahnya lalu berkata kalau Shizuka justru udah banyak banget kasih mereka kebahagiaan. Dari sejak Shizuka lahir dimana bintang-bintang di langit bertaburan seolah ikut menyambut kehadirannya. Setiap langkah Shizuka selalu bikin orang tuanya bahagia.

“Nobita adalah manusia biasa yang gak punya satupun keistimewaan. Tapi, justru karena itu dia selalu ingin berusaha bikin orang lain bahagia dan selalu bisa merasakan kesedihan orang lain.”

Kalimat ayah Shizuka kepada putrinya itu yang paling saya suka. Bijak banget ayah Shizuka ini šŸ™‚

Entah karena kami kurang sensitif atau apa. Tapi, gak ada satupun dari kami yang menangis. Padahal Nai dari awal berangkat udah ribut aja nyuruh bawa tissue. Ceritanya memang cukup mengharu-biru. Tapi belum berhasil bikin kami menangis. Etapi, gak berlaku untuk semua penonton, lho. Buktinya penonton di depan saya mewek abis, tuh. Trus, pas keluar bioskop, saya juga denger penonton yang katanya nangis abis-abisan waktu nonton film ini.

Strategi marketing dari film ini hebat banget. Berhasil bikin saya bela-belain antre panjang untuk pertunjukkan esok hari. Saya memang yang terpengaruh banget sama gembar-gembor sana-sini yang katanya bakal jadi film perpisahan antara Nobita dan Doraemon. Bakal jadi film terakhir pula katanya.

Saya udah bertahun-tahun gak nonton Doraemon. Sejak langganan tv kabel, trus MNC grup gak ada didaftar layanan tv kabel yang kami pakai. Padahal Doraemon gak bisa lepas dari kenangan masa kecil saya yang selalu nunggu film ini di hari Minggu pagi. Akhirnya jadi terpengaruh dengan gembar-gembor itu.

Jadi, Nobita dan Doraemon beneran pisah, ya? Ini film terakhir Doraemon?

Hmmm… saya sih lebih suka bilang kalau film ini bercerita tentang awal persahabatan Nobita-Doraemon yang diawalin pengan perpisahan yang menyedihkan.

Lha, kok diawali dengan perpisahan? Maksudnya?

Kalau penasaran dan pengen tahu jawabannya, sebaiknya nonton aja filmya. Selain itu, buat saya dan anak-anak film yang berdurasi sekitar 95 menit ini masih menghibur. Masih bisa bikin kami tertawa ngakak šŸ˜‰

Sumber gambar:

Advertisements

30 thoughts on “[Movie] Stand By Me Doraemon Itu Film Anak-Anak (?)

    • muhammad zulfahmi says:

      Emang dah kata2 dari ayahnya shizuka paling top.dan adegan sedih lainnya juga pas doraemon balik gara2 nobita ngomong doraemon gak bakalan balik lagi.dan ternyata sistemnya di atur dengat perlawanan kata.šŸ˜­šŸ˜‚

      Like

  1. istianasutanti says:

    ada yang sedikit gak mungkin sih mak. hanya dalam waktu 19 tahun, masa depan berubahnya cepet banget nget nget. perbedaan lingkungannya kok ya besar banget saat Nobita kecil dg Nobita dewasa, hehe. Itu yang menurutku sedikit gak mungkin šŸ™‚

    Like

  2. momtraveler says:

    kayanya yg bafnyak penasaran ma film ni malah para ortu x ya mak secara doraemon tu jd tontonan kita smua sedari kecil…nadia ga bgtu kenal doraemon..taunya Doc McStuffin hihihi
    Hmmm…musti sabar nunggu ni sampe Semarang šŸ˜‰

    Like

  3. nisamama says:

    saya nonton versi anime 2D nya di yutub mewek Maaak. :’) Kalau yg ga bisa nonton film 3D ini di bioskop, bisa baca komiknya, katanya semua ceritanya ada di komik kok. šŸ™‚ Di yutub juga banyak diupload episode2 doraemon (yg dikumpulin beberapa episode jadi film 3D ini). šŸ˜‰

    Like

  4. Rizqa Amalia says:

    meweknya pas doraemon duduk di pinggir sungai sambil nyebutin semua sifat nobita trus dia nangis.. nah aku mewek di situ mak. sampe ditanya anakku, mama nangis ya..hahaha
    best scene sama, paling suka pas shizuka ngomong ke ayahnya..

    Like

  5. yantist says:

    Baru baca reviewnya setelah nonton šŸ˜€ dan sy mewek juga nontonnya. Waktu Nobita dihajar Giant dan dia membuktikan dia gpp kalau ditinggal. Huwaa… Entah sy yg cengeng atau gimana… Nangis bombay sayanya…

    Like

  6. udafanz says:

    Awal nonton biasa aja. Tapi udah hampir ending emang bikin saya sukses netesin air mata. Sedih. Eh pas ending ternyata gak sesuai dengan yang diharapkan. Ya begitu deh.

    Dan sayapun baru sadar, kalo film ini tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Ya meskipun tokoh Doraemon dan Nobita ini adalah tokoh anak-anak. Cuma cerita di film ini lebih cenderung untuk remaja lah.

    Like

  7. miwwa says:

    Wah saya baru nonton film ini Mbaak..
    yah karena di Pekanbaru gak ada Blitz, jadi ya musti nunggu torrent deh. Eh?
    Kalo buat anak2 kok menurut saya malah kurang cocok ya, terlalu banyak kecerobohan2 atau kebodohan2 nobita yg takutnya malah dicontoh oleh anak2.. dan somehow dia masih memiliki ending yg bagus dan berhasil mendapatkan apa yg diinginkannya tanpa usaha.
    Tergantung gimana orang tuanya menjelaskan juga sih ya. Soalnya Doraemon selalu menjadi favorite saya sejak dulu, tapi selain gambar 3d nya yang keren dan shizuka nya yg cantik bgt, menurut saya film ini tidak meninggalkan kesan yg dalam.. šŸ˜¦

    Like

  8. Susindra says:

    Anak2ku suka film ini mbak. Menurut mereka lucu.. mungkin krn kurang paham kisah cinta2an itu ya?
    si sulung sejak usia 9 tahun pernah berkata, “pacaran itu dilarang agama, jadi aku ga mau pacaran. Nikah langsung saja” tapi dia tidak paham pacaran itu apa. Hihi… Rupanya hal ini pernah disinggung guru agamanya (krn dia sekolah berbasis agama.
    kalo dari reaksinya selama nonton film ini sih begitu….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s