[Buku] Dahsyatnya Ibadah Haji – Menjawab kekhawatiran, Secuil Memori, dan Ilmu

Sight_2015_03_18_110410_122Yuk! Baca buku Dahsyatnya Ibadah Haji

Judul: Dahsyatnya Ibadah Haji – Catatan Perjalanan Ibadah di Makkah dan Madinah
Penulis: Abdul Cholik
Penerbit: Quanta (PT. Elex Media Komputindo)
Cetakan: 2014
Tebal: ix  + 233 hal
ISBN: 978-602-02-4810-3
Harga: Rp47.800,00

BLURP

Buku ini berisi kisah perjalanan ibadah haji penulisnya. Diawali semenjak persiapan, saat mendaftarkan diri untuk menjadi calon jemaah haji, proses manasik haji, ketika di asrama haji, maupun saat keberangkatannya. Secara sistematis dan berurutan diceritakan aktivitas selama di tanah suci, baik itu pengalaman beribadah sesuai dengan yang disyariatkan. maupun pengalaman sehari-hari yang penting untuk dicermati, hingga kepulangan kembali ke tanah air. Secara umum, dalam buku ini diceritakan tahap demi tahap pelaksanaan ibadah haji yang disertai gambar keadaan dan kegiatan yang mencakup:

  1. Ibadah thawaf, sa’i, dan tahallul
  2. Pelaksanaan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah
  3. Menetap di Mina dan ibadah lempar jumrah
  4. Thawaf wada’
  5. Kegiatan di Madinah termasuk shalat arbain
  6. Ziarah dan rekreasi di Makkah, Madinah, dan Jeddah

Beberapa tip juga diberikan agar para calon jemaah haji mendapat tambahan ilmu pengetahuan praktis berdasarkan pengalaman penulis. Continue reading

[Buku] Smiley Shark

smiley shark Judul : Smiley Shark – Hiu Murah Senyum
Pengarang : Ruth Galloway
Penerbit : Erlangga For Kids
ISBN : 979-781-128-

Blurp

Hiu murah senyum adalah ikan paling besar di lautan. Dia juga paling ramah dan jenaka – dan paling suka tersenyum! Tapi, mengapa ikan-ikan lain tidak mau bermain dnegannya?

Hiu murah senyum tidak mau tersenyum lagi. Sampai… senyu lebarnyalah yang mampu menyelamatkan teman-temannya

Review

Pict book setebal 32 halaman ini pernah meraih penghargaan buku anak-anak Nothingham untuk kategori pendidikan dasar pada tahun 2005.

Seperti yang tertulis di blurp, isi cerita dalam buku ini sederhana. Anak-anak juga bisa sekalian belajar berbahasa inggris karena di Indonesia, duku ini dicetak bilingual.

Moral story dari buku hiu murah senyum adalah mengajarkan anak-anak untuk tidak mudah menghakimi seseorang hanya berdasarkan dari penampilannya, Don’t judge the book by its cover.

smiley shark

[Buku] Minmie Pop Art – The Famous Magician

Judul : Minmie Pop Art – The Famous Magician
Penulis : Indah Juli
Ilustrasi : 1304r
Penerbit : DAR! Mizan
BeFunky_PicsArt_1381157033706.jpgBuku pict book sebanyak 23 halaman ini menceritakan tentang Minmie, seorang pesulap. Kezia lalu minta Minmie untuk mengajarkannya sulap. Ada 1 trik sulap sederhana yang diajarkan di buku ini.

Karena ini buku anak-anak, gak afdol rasanya kalo gak minta pendapatnya anak-anak 🙂

Keke (9th) : “Bukunya ngebosenin! Abis trik sulapnya sedikit banget!”

Nai (7th) : “Bukunya bagus, Bun. Cuma Ima aneh sama wajah yang ada dibukunya. Kok, ekspresinya sama semua? Udah gitu, Ima lebih suka namanya dituker. Yang jadi pesulap dikasih nama Kezia, trus yang minta diajarin baru dikasih nama Minmie.”

Kalau denger komentar Keke, wajar kalau buku ini agak sedikit membosankan. Bukan karena bukunya gak bagus, tapi untuk usia Keke yang sudah 9 tahun, buku ini terlalu sederhana untuknya.

Pict book memang cocoknya untuk usia batita hingga SD kelas 2 seperti Nai. Makanya saya gak heran ketika Nai bilang buku ini bagus. Buku ini memang masih cocok buat seusia Nai.

Untuk orang tua yang punya anak usia TK hingga kelas 2 SD, saya rasa buku ini akan menarik untuk diibaca. Apalagi bukunya billingual, jadi sambil membaca anak-anak juga bisa mengasah bahasa inggris mereka 🙂

[Buku] Sejenak Hening

sejenak heningSumber foto : FB Adjie Silarus

Judul : Sejenak Hening
Penulis : Adjie Silarus
Editor : @fachmycasofa
Penerbit : Tiga Serangkai

Di segala rutinitas harian yang kita jalani, segala hiruk-pikuk dunia maya atau nyata yang menuntut kita sebagai makhluk sosial untuk suka atau tidak terlibat di dalamnya, pernahkah sekali aja kita berpikir untuk menghentikan langkah dan hening sejenak? Kalau belum, saya sarankan untuk membaca buku Sejenak Hening – Adjie Silarus.

SEJENAK HENING

Menjalani Setiap Hari Dalam Hidup dengan Sadar, Sederhana, dan Bahagia

Begitu kalimat yang tertulis di halaman awal buku Sejenak Hening. Buku yang tidak ditulis bab per bab, dibiarkan begitu saja apa adanya menceritakan tentang bagian-bagian dari perjalanan hidup penulis. Bahasa yang SANGAT mudah dicerna.

Sengaja saya caps lock kata ‘sangat’ di paragraf atas, karena memang benar-benar gak bikin otak kita jadi melintir karena membaca kalimat-kalimat yang berat. Benar-benar terangkai dengan bahasa yang sangat sederhana tapi mak jleb. Bisa bikin kita merasa ‘tertampar’, senyum-senyum yang mungkin menertawakan diri sendiri sebenarnya 🙂

Menutup Jendela

Saya teringat dengan dengan acara talk show. di salah satu televisi swasta, dimana bintang tamu diminta menyebutkan secara spontan apa yang terpikirkan olehnnya ketika host acara itu menyebutkan satu kata.

Seandainya kita menjadi bintang tamu di acara tersebut, apa yang akan langsung terpikir oleh kita ketika mendengar kata “menutup jendela”? Supaya nyamuk gak masuk? Demi keamanan? Supaya angin malam gak masuk? Atau apa? Pernahkah kita terpikir kalau indera kita juga adalah sebuah jendela?

Kita pernah merasa kesepian, “dingin”, dan ketakutan. Pernahkan kita melihat acara TV yang jelas-jelas kita tahu tayangannya tidak baik, tetapi tetap saja kita menontonnya dan tidak mengganti saluran atau mematikan TV-nya? Suara-suara yang tidak layak didengar dan kejadian-kejadian sadis yang tidak layak dipertontonkan. Hal-hal semacam itu tetap tidak menggerakkan kita untuk mematikan TV-nya, kan?

Mengapa kita menyiksa diri dengan cara seperti ini?

Mengapa kita tidak berusaha menutup jendela?

(Sejenak Hening – halaman 5)

Saya memang baru membaca teasernya yang saya dapatkan dari KEB (untuk itu saya berterima kasih kepada KEB), tapi saya berani merekomendasikan buku ini. Yah semoga aja penilaian saya ini gak salah. Keseluruhan isi bukunya nanti akan seperti teaser yang sedang saya baca saat ini. Kehidupan yang katanya semakin berat dan penat di zaman sekarang kita memang butuh sejenak hening atau hening sejenak.

Baru baca teasernya aja, saya sudah berpikir “Bahagia itu ternyata sederhana”. Saya rasa setelah bukunya terbit, akan banyak pembaca yang sependapat dengan saya tentang kesederhanaan untuk melihat sebuah kebahagiaan. *Beneran kepengen banget punya bukunyaaaa…! Sangat direkomendasikan 🙂

[Buku] Obituari Oma

obituari oma

Judul : Obituari Oma
Penulis : Chocovanilla, Ilham Amanah Rangga, Amela Erliana, Rinrin Indrianie, Sulung Lahitani Mardinata, Ari Tunsa, Kakaakin, Dhenok Habibie, Ne Margane, dan Lea
Pemerhati Aksara : Andayani
Desain Sampul : Handoko
Tata Letak : MazAnwar
Tebal : 64 halaman
Penerbit : Leutika Pro

Blurp

“Sayang, jika kau boleh memilih, cara apa yang kau inginkan untuk kematianmu?” Ia bertanya sebelum tidur tadi. Nadanya biasa, seperti menanyakan apakah aku suda menggosok gigi atau belum. Sementara aku nyaris terduduk mendengar pertanyaannya.

“Mengapa kamu bertanya begitu? Kamu membuatku takut!” sergahku. Lagi-lagi ia tersenyum memamerkan giginya yang masih seputih mutiara, meski gerahamnya nyaris habis.

“Mengapa takut? Kematian adala sesuatu yang pasti, Dear. Hanya caranya yang tak pasti bukan? Nah, kau ingikan kematian yang seprti apa?

****

Ah, siapa yang tak kenal Marina Wijaya? Paras cantiknya telah menghiasai layar kaca sejak belia. Bahkan di usia senja pun dia masi tampak menawan.

Kabar kematiannya cepat menyebar, mengejutkan banyak orang, menyisakan duka mendalam di hati keluarga dan penggemarnya. Tapi ternyata tak semua orang merasa kehilangan, tak semua orang mencintai si cantik Marina.

Review

Apakah kita mengenal nama-nama penulis yang tertulis di atas? Ya, seperti yang tertulis di bagian belakang buku “10 orang blogger, dalam 17 flashfiction, mengisahkan sosok Marina Wijaya dalam berbagai sudut pandang, berusaha mengungkap sisi lain sang bintang.”

Saya dapat buku ini ketika ikut kuis kecil-kecilan yang dibikin Orin di blognya. Orin memang salah satu penulis di buku ini. Ada 3 flashfiction karya Orin di sana. Dan tumben-tumbenan saya beruntung juga dalam hal tebak-tebakan, walopun gak tepat 100% hehehe. Thx, ya, Rin 🙂

Benang merah dari kumpulan flashfiction ini memang sosok Marina Wijaya. Di buka dengan FF pertama tentang kematian Marina yang ‘manis’ dan saya sempat berpikir kalo Marina ini sosok artis yang lurus dikelilingi dengan orang-orang yang menyayanginya. Tapi dalam sebuah cerita entah itu FF, cerpen, atau novel, kalo ceritanya ‘lurus-lurus’ aja kayaknya kurang seru, ya. FF berikutnya pun mengungkap siapakah Marina dari berbagai sudut dan membuat pembaca menilai sendiri seperti apa, sih, Marina itu sebenarnya dan juga orang-orang disekelilingnya.

Saya membaca buku ini sehari selesai ups 2 hari ding. Itu karena saya baru membacanya di malam hari dan kemudian mata udah gak bisa lagi berkompromi akhirnya baru diselesaikan keesokan harinya. Dalam buku Obituari Oma kita bisa membaca lompat-lompat halaman kalau mau, tidak harus berurutan dari FF 1 lalu lanjut ke FF 2. Karena tiap-tiap FF punya cerita masing-masing dan ditulis dengan gaya yang berbeda-beda dari masing-masing penulis. Yang penting benang merahnya tetap nyambung, yaitu Marina Wijaya.

Rasanya dengan semakin banyaknya bertebaran FF baik itu di blog dan sekarang di buku, saya mulai menyukai yang namanya FF. Menyukai, lho, ya. Dalam artian membaca. Jadi kalo saya diminta bikin FF, masih nyerah 😀

Semoga sukses bukunya! 🙂

[Buku] Macaroon Love

magali

Judul : Macaroon Love – Cinta Berjuta Rasa
Pengarang : Winda Krisnadefa
Penyunting : Rini Nurul Badariah
Proofreader : Dina Savitri
Desainer Sampul : Muhammad Usman
Tebal : 264 halaman
Penerbit : Qanita

Blurp

Kalau ada satu hal yang paling aku benci di dunia ini, itu adalah namaku, Magali. Kalau ada satu hal yang paling kusuka di dunia ini, itu adalah makanan. Padu padan makanan menjadi passion-ku. Sebagai seorang food writer, aku sellau mencari cara untuk memadukan resep. Harus berbeda, jangan mainstream.

Jadi betapa kagetnya aku saat ketemu Ammar. Bukan saja dia berprofesi sebagai koki seperti ayahku, melainkan dia juga memberikan suguhan yang berbeda. Di Suguhan Magali, resto yang namanya persis seperri namaku.

Dan saat Ammar menyajikan Macaroon Tower warna-warni, dia seakan mempersembahkan nuansa warna hatinya padaku. Mampukan aku menerimanya? Maukah aku?

Review

Magali, sebagai tokoh utama digambarkan memiliki karakter yang aneh. Hmm … sebetulnya saya lebih suka kalau Magali itu dikatakan unik. Karena kalau aneh rasanya lebih luas pengertiannya. Sayangnya penjelasan tentang karakter Magali terkesan diulang-ulang menjelaskannya. Ditambah lagi dibeberapa bagian, saya justru berpikir Magali itu bukan aneh karena karena unik, tapi jutek dan penggerutu.

Apalagi setau saya seseorang yang mempunyai kepribadian unik biasanya suka gak sadar kalo dia unik dan cenderung cuek. Ngomong-ngomong tentang kebiasaan Magali yang suka makan es krim dengan kentang goreng, saya sekeluarga juga suka, lho. Itu dianggap aneh, ya? Saya ternyata gak merasa selama ini karena emang enak, sih. Toss dulu, ah, sama Magali hehehe. Ssstt cobain dicocol juga sama saos sambel baru dikasih es krim, deh. Itu juga enak karena rasanya lebih komplit. Pedas, gurih, asin, dan manis 😀

Di halaman 26, dijelaskan kalau Magali tidak menyukai pekerjaannya sebagai food writer padahal di bagian blurp hal yang paling disukai oleh Magali di dunia adalah makanan. Sesuatu yang menurut saya dan kebanyakan orang pasti harusnya menyenangkan. Gimana enggak, seseorang yang suka dengan makanan harusnya senang dengan kerjaannya sebagai food writer, tapi tidak berlaku bagi Magali. Yah itulah uniknya Magali dan di novel itu memang ditulis kalo Magali tidak menyukai sesuatu yang mainstream.

Saking tidak suka dengan pekerjaannya, di bab 4 diceritakan kalo website dari sebuah resto lengkap, Magali suka tergoda untuk tidak datang meliput tapi cukup mengambil bahan yang ada di web itu lalu mengolahnya. Menurut saya, mengolah sebuah tulisan hanya dengan mendapat berita dari web itu banyak orang yang bisa. Tapi tulisan hasil olahan Magali pasti mempunyai keunikan yang menjadi nilai plus dan gak hanya karena Magali hafal semua nama chef di dunia beserta signature dish-nya yang membuat sang editor mempromosikannya ke majalah utama. Membenci pekerjaan tapi tetep bisa mengolah tulisan menarik, kalo penulis menambah porsi lagi di bagian ini kayaknya bakalan makin memperlihatkan keunikan seorang Magali.

Karena judulnya udah ada kata ‘love’, saya berpikir seperti novel percintaan umumnya akan didominasi sama urusan percintaan. Ternyata setelah pertengahan buku baru dimulai. Sempet gregetan ketika Magali gak langsung menjawab ‘tembakannya’ Ammar, padahal kan dia juga suka. Hadeuuuhhhh … tapi ya, di situ juga menunjukkan uniknya Magali. Gak seperti perempuan kebanyakan yang langsung bilang ‘ya’ ketika cowok yang disukainya menyatakan cinta.

Umumnya sebuah novel yang saya baca kalau digambarkan dalam kurva itu seperti segitiga. Terus menanjak di awal, mencapai puncak di bab tengah, dan mulai menurun hingga akhir cerita. Sedangkan novel Macaroon Love, saya gambarkan mendatar diawal dan sedikit panjang jalan mendatarnya. Untungnya lama kelamaan mulai naik, ada sedikit kejutan,  dan di akhir cerita hanya turun sedikit. Tetep bisa bikin emosi saya terbawa larut ketika membacanya. Dan ukuran saya apakah sebuah novel itu bagus atau tidak adalah emosi saya bisa terbawa larut.

Trus apa Magali jadian dengan Ammar? Saya sangat sarankan untuk membeli novelnya 🙂 Dan terakhir, saya jadi penasaran kayak apa, sih, rasanya macaroon :p

Promo Smartfren Juli 2013

[Buku] Hilangnya Berlian Pink

hvl8

Penulis : Haya Aliya Zaki
Penerbit : DAR! Mizan
ISBN : 978-979-066-908-6

Tentang Penulis

Mbak Haya Aliya Zaki, sang pemilik blog hayaaliyazaki.com, juga mentor di kelas online editing yang saya ikuti dan diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB). Seorang editor dan juga penulis. Coba berkunjung ke blognya untuk melihat karya-karyanya. Keren-keren, deh!

Sinopsis

Tak ada Prancis, Singapura pun jadilah! Yang penting, Vina tetap bisa pergi liburan seru sambil menambah pengetahuan tentang fashion. Apalagi, pergi bareng dua sepupunya yang heboh; Kay yang jago taekwondo dan Shofie yang merasa dirinya mobil.

Duh, penyakit apa pula ini? Hihihi …. Tapi, ya, ampuuun! Ternyata liburan mereka betul-betul seru …! Sampai-sampai, mereka terlibat dalam kasus hilangnya sebutir berlian pink yang harganya selangit. Liburan sambil kejar-kejaran dengan penjahat … siapa takut?

Baca dan bantuin ngejar, yuk!

Giveaway

Tertarik pengen punya buku Hilangnya Berlian Pink? Datang saja ke toko-toko buku atau pesan online, buku terbitan DAR! Mizan pasti ada.

Atau bisa juga ikutan Ikutan 1st Giveaway : Jalan-jalan Seru untuk Keke dan Nai. Ada 2 buah buku Hilangnya Berlian Pink, untuk 2 orang pemenang :)