[Buku] Macaroon Love

magali

Judul : Macaroon Love – Cinta Berjuta Rasa
Pengarang : Winda Krisnadefa
Penyunting : Rini Nurul Badariah
Proofreader : Dina Savitri
Desainer Sampul : Muhammad Usman
Tebal : 264 halaman
Penerbit : Qanita

Blurp

Kalau ada satu hal yang paling aku benci di dunia ini, itu adalah namaku, Magali. Kalau ada satu hal yang paling kusuka di dunia ini, itu adalah makanan. Padu padan makanan menjadi passion-ku. Sebagai seorang food writer, aku sellau mencari cara untuk memadukan resep. Harus berbeda, jangan mainstream.

Jadi betapa kagetnya aku saat ketemu Ammar. Bukan saja dia berprofesi sebagai koki seperti ayahku, melainkan dia juga memberikan suguhan yang berbeda. Di Suguhan Magali, resto yang namanya persis seperri namaku.

Dan saat Ammar menyajikan Macaroon Tower warna-warni, dia seakan mempersembahkan nuansa warna hatinya padaku. Mampukan aku menerimanya? Maukah aku?

Review

Magali, sebagai tokoh utama digambarkan memiliki karakter yang aneh. Hmm … sebetulnya saya lebih suka kalau Magali itu dikatakan unik. Karena kalau aneh rasanya lebih luas pengertiannya. Sayangnya penjelasan tentang karakter Magali terkesan diulang-ulang menjelaskannya. Ditambah lagi dibeberapa bagian, saya justru berpikir Magali itu bukan aneh karena karena unik, tapi jutek dan penggerutu.

Apalagi setau saya seseorang yang mempunyai kepribadian unik biasanya suka gak sadar kalo dia unik dan cenderung cuek. Ngomong-ngomong tentang kebiasaan Magali yang suka makan es krim dengan kentang goreng, saya sekeluarga juga suka, lho. Itu dianggap aneh, ya? Saya ternyata gak merasa selama ini karena emang enak, sih. Toss dulu, ah, sama Magali hehehe. Ssstt cobain dicocol juga sama saos sambel baru dikasih es krim, deh. Itu juga enak karena rasanya lebih komplit. Pedas, gurih, asin, dan manis 😀

Di halaman 26, dijelaskan kalau Magali tidak menyukai pekerjaannya sebagai food writer padahal di bagian blurp hal yang paling disukai oleh Magali di dunia adalah makanan. Sesuatu yang menurut saya dan kebanyakan orang pasti harusnya menyenangkan. Gimana enggak, seseorang yang suka dengan makanan harusnya senang dengan kerjaannya sebagai food writer, tapi tidak berlaku bagi Magali. Yah itulah uniknya Magali dan di novel itu memang ditulis kalo Magali tidak menyukai sesuatu yang mainstream.

Saking tidak suka dengan pekerjaannya, di bab 4 diceritakan kalo website dari sebuah resto lengkap, Magali suka tergoda untuk tidak datang meliput tapi cukup mengambil bahan yang ada di web itu lalu mengolahnya. Menurut saya, mengolah sebuah tulisan hanya dengan mendapat berita dari web itu banyak orang yang bisa. Tapi tulisan hasil olahan Magali pasti mempunyai keunikan yang menjadi nilai plus dan gak hanya karena Magali hafal semua nama chef di dunia beserta signature dish-nya yang membuat sang editor mempromosikannya ke majalah utama. Membenci pekerjaan tapi tetep bisa mengolah tulisan menarik, kalo penulis menambah porsi lagi di bagian ini kayaknya bakalan makin memperlihatkan keunikan seorang Magali.

Karena judulnya udah ada kata ‘love’, saya berpikir seperti novel percintaan umumnya akan didominasi sama urusan percintaan. Ternyata setelah pertengahan buku baru dimulai. Sempet gregetan ketika Magali gak langsung menjawab ‘tembakannya’ Ammar, padahal kan dia juga suka. Hadeuuuhhhh … tapi ya, di situ juga menunjukkan uniknya Magali. Gak seperti perempuan kebanyakan yang langsung bilang ‘ya’ ketika cowok yang disukainya menyatakan cinta.

Umumnya sebuah novel yang saya baca kalau digambarkan dalam kurva itu seperti segitiga. Terus menanjak di awal, mencapai puncak di bab tengah, dan mulai menurun hingga akhir cerita. Sedangkan novel Macaroon Love, saya gambarkan mendatar diawal dan sedikit panjang jalan mendatarnya. Untungnya lama kelamaan mulai naik, ada sedikit kejutan,  dan di akhir cerita hanya turun sedikit. Tetep bisa bikin emosi saya terbawa larut ketika membacanya. Dan ukuran saya apakah sebuah novel itu bagus atau tidak adalah emosi saya bisa terbawa larut.

Trus apa Magali jadian dengan Ammar? Saya sangat sarankan untuk membeli novelnya 🙂 Dan terakhir, saya jadi penasaran kayak apa, sih, rasanya macaroon :p

Promo Smartfren Juli 2013