[TV Show] One Born Every Minute UK

One Born In Every Minutecredit

“Chi, lo mending jangan nimbrung ke sini, deh! Nanti, lo bisa takut. Gabung sama yang lain aja,” kata salah seorang teman yang sedang asik ngobrol dengan seorang teman saya lainnya tentang pengalaman mereka melahirkan normal.

Terkesan kasar? Enggak juga, sebenarnya. Kedua teman saya itu sudah pernah melahirkan. Sedangkan saat itu, saya masih mengandung anak pertama. Mereka khawatir, kalau mendengar cerita pengalaman mereka melahirkan normal, saya akan menjadi ketakutan dan stress. Padahal yang namanya ibu hamil, kan, gak boleh stress. Jadi, saya diminta untuk bergabung dengan teman-teman lain.

Saya tetap memilih bergabung dengan mereka. Saya justru penasaran, seperti apa proses melahirkan normal. Dalam bayangan saya saat itu, membayangkan melahirkan dengan cara caesar justru lebih bikin saya stress. Walopun, akhirnya 2x melahirkan, 2x pula saya operasi caesar hehehe.

Oke, saya gak akan cerita tentang proses melahirkan yang saya alami. Saya justru ingin cerita reality show One Born Every Minute UK yang sering saya tonton di Lifetime Channel. Reality show tentang proses melahirkan gitu. Nah, kalau ada yang takut membayangkan, mendingan jangan baca postingan ini :p

Di setiap episode, biasanya ada 2 perempuan yang akan melahirkan secara normal. Ya, di reality show dari Inggris  ini, cuma menceritakan proses melahirkan normal. Kalaupun akhirnya ada yang operasi (tapi jarang banget), setelah menjalani proses normal dulu.

Sepanjang tanyangan yang di tunjukkan hanya di seputaran rumah sakit. Bahkan, di kamar yang akan melahirkan aja kebanyakan. Sesekali memang ditayangkan wawancara singkat  tentang kehidupan mereka, dari mulai jatuh cinta hingga berkeluarga. Dan, gak semuanya itu sudah terikat pernikahan. Ada juga yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Tapi, gak usah dibahas panjang tentang hal itunya, ya. Karena yang akan saya ceritakan adalah tentang proses melahirkannya.

Walopun hanya di kamar dan semua melahirkan secara normal, tapi selalu ada aja yang berbeda. Kondisi fisik setiap ibu melahirkan berbeda-beda. Ada yang terus-terusan menangis, ada yang keliatan biasa aja, malah pernah ada yang tetep full make up waktu mau melahirkan.

Cara melahirkan pun berbeda-beda. Ada yang terlentang, miring, nungging, dan lainnya. Walaupun begitu, untuk bagian-bagian privasi perempuan, semua di blur. Jadi, jangan harap bisa melihat bagian-bagian tersebut secara jelas, ya.

Mereka semua melahirkan di rumah sakit dengan peralatan yang canggih dan ditangani oleh bidan. Dan, semua bidannya perempuan yang ramah-ramah. Kalau memang terjadi sesuatu hal, dimana tidak memungkinkan untuk melahirkan normal baru diminta untuk melakukan operasi. Kalau udah masuk ruang operasi, tentu bukan bidan lagi yang menangani, tapi sudah dokter. Dan, kalau sudah masuk ruang operasi bisa ditangani oleh dokter laki-laki.

Gak cuma tentang cara melahirkan normal beserta ekspresi para perempuan yang sedang melahirkan. Para pria pun beragam karakternya ketika istri atau pasangan hidupnya sedang berjuang ternyata.

Ada yang kelihatan kalut. Mondar-mandir di lorong rumah sakit terus. Sambil ngedumel tentang kelakuan istrinya yang nangis terus. Yeeeaaayyy, itu suami gak ngerasain, sih, gimana mulesnya saat kontraksi, ya hehehe. Ada yang tenang dan tetap menemani pasangannya. Tapi, ada juga yang kelihatan cuek padahal istrinya udah nangis-nangis hihihi.

Bidan yang menangani pun ada sesi wawancara. Menceritakan kondisi, perempuan yang akan melahirkan yang sedang mereka tangani. Dan, cerita pengalaman mereka, suka duka menjadi bidan.

Bagian yang paling saya suka di setiap episode adalah ketika bayinya sudah lahir. Mau selama proses melahirkan kitanya jerit-jerit, suaminya cuek sekalipun, begitu si bayi lahir suasana berubah menjadi haru. Bahkan seorang calon ayah, yang penampilannya urakan sekalipun, bisa terlihat menitikkan air mata ketika bayinya lahir.

Saya juga ikut terbawa suasana, ketika seorang bayi lahir dengan kondisi tanpa tangisan. Suasana terlihat tegang. Saya juga ikut sedih melihat ekspresi ibu yang baru saja melahirkan tersebut terlihat sedih sangat sedih tapi gak bisa menangis. Setelah bayinya bisa menangis dengan kencang, tangisan ibu tersebut pun juga keluar. Tangisan yang lepas tapi bahagia.

Sesekali ada juga cerita sedih, mislanya bayi yang dilahirkan sangat kecil dan beberapa organ belum berkembang. Sedih lihat ekspresi orang tuanya. Kalau seperti itu biasanya akan diperlihatkan gimana perawatan selama di rumah. Dan, setelah bayinya berumur beberapa bulan.

Di salah satu episode, ada yang kasusnya mirip kayak yang saya alami. Udah pembukaan komplit, coba mengejan, tapi posisi bayi memang menyulitkan. Bidan pun menjelaskan resiko-resiko kalau tetap normal atau operasi. Hmmm… persis seperti saya. Cuma bedanya dari awal, normal atau tidak saya ditangani dokter hihihi

Menurut reality show yang satu ini gak dibuat-buat. Walopun mungkin sebelum syuting ada perjanjian-perjanjian tertentu yang harus disepakati. Tapi, untuk kejadiannya sendiri, saya yakin nyata. Rasanya, gak mungkin kalau mereka semua ada yang pura-pura hamil, pura-pura jadi bidan, dan lainnya.

Cerita kehidupan memang seringkali panjang. Tapi, buat saya selalu ada proses mengharukan dan membahagiakan di setiap kelahiran.

[Tv Show] Wife Swap

Wife SwapWife Swap adalah tayangan reality show dari USA yang biasa saya tonton di lifetime channel. Setiap episode Wife Swap memperlihatkan 2 keluarga saling bertukar istri selama 2 minggu.

Apaaa??? Tukeran Istriiiii?? *Berteriak sambil berekspresi kayak pemain sinetron

Tenaaanngg! Walaupun saling bertukar istri, gak ada adegan romantis di sini. *Ya iyalah! Masa’ mau romantisan sama istri orang hehehe

Secara sederhana, ada 4 tahap dari setiap episode. Pertama, para istri yang ditukar (kayak judul sinetron, ya :p) akan diminta beradaptasi sekaligus mengamati situasi di keluarga barunya.

Kedua, 1 hari kemudian si istri kemudian ratu di rumah itu dengan membuat beberapa peraturan. Ada peraturan rumah yang diperbaiki ada pula yang diubah total. Dan itu berlaku selama 2 minggu

Ketiga, setelah 2 minggu, kedua keluarga (tanpa anak-anak) saling bertemu. Menceritakan pengalaman serta memberi kritik-saran yang suka diisi dengan pertengkaran walopun akhirnya saling berbaikan *Ya, namanya juga reality shoe 😀

Keempat, setelah beberapa minggu, kedua keluarga akan diliput lagi. Apakah kehidupan mereka tetap sama atau ada perubahan walaupun sedikit.

Yang menarik, acara Wife Swap seperti ‘membenturkan’ 2 keluarga yang saling bertentangan. Misalnya, keluarga yang sangat tradisional (gak mengenal teknologi) di tukar dengan keluarga yang sangat modern. Keluarga yang snagat religius ditukar dengan keluarga yang percaya mistis. Dan lain sebagainya.

Bertukar dengan keluarga lain yang latar belakang sangat bertolak belakang tentu aja bukan pilihan mudah. Seperti seorang istri yang keluarganya religius, menjadi ketakutan setiap saat. Sampai bilang kalau kemana-mana, bahkan tidur sekalipun, selalu memeluk alkitab.

Istri yang selalu memperhatikan takaran makanan dan kesehatan, awalnya kesulitan ketika mengatur keluarga barunya yang sangat gemar makan. Meminta keluarga barunya berdiet dan berolahraga, itu gak mudah.

Ketika kedua keluarga saling bertemu, awalnya suka saling ribut. Masing-masing mengatakan ada yang perlu diperbaiki dari keluarga barunya itu. Tapi, kemudian disanggah kalau keluarga mereka baik-baik aja. Yaaa.. pada gak mau terima kritikan duluan. Walopun akhirnya saling baikan.

Di akhir episode, diperlihatkan keadaan masing-masing keluarga. Biasanya ada sedikit perubahan. Kayak keluarga yang sangat tradisional itu. Setelah dikritik kalau mereka tidak memberikan anak-anaknya bermain, mereka kemudian memberikan waktu bagi anak-anaknya 10 menit setiap hari untuk main gadget. Selebihnya, ya, tetep bantuin orang tua beternak dan berladang hehe. Tv dan microwave pun dikeluarin. Kembali ke tradisional.

Begitu juga dengan keluarga yang modern itu. Tadinya, si istri seneng banget dugem. Anaknya diasuh sama pengasuh laki-laki yang kalau malem jadi temen si istri ngedugem (suaminya gak protes :D). Katanya, sih, setelah ikut Wife Swap brenti ngedugem. Pengasuh anaknya pun akhirnya mengundurkan diri karena si istri udah sering di rumah.

Salah satu contoh lagi di acara itu adalah ketika ada keluarga yang sangat suka makan bersama di rumah. Si istri juga sangat suka memasak. Masakan (yang menurut mereka) enak dan berlemak dengan porsi yang besar. Menurut mereka, waktu makan bersama adalah saatnya kebersamaan.

Sementara, keluarga lainnya adalah keluarga yang sangat menjaga bentuk tubuh dan juga untuk kesehatan. Takaran dan kandungan gizi makanannya sangat dijaga. Makan pun masing-masing karena makan bersama hanya akan membuat keluarga makan lebih banyak. Dan, itu gak bagus untuk bentuk tubuh katanya. Tidak ada kebersamaan.

Lebih baik mana? Sama aja. Keluarga yang suka makan, kebersamaannya berasa banget. Tapi, secara fisik mereka sekeluarga overweight. Sementara keluarga lain, postur tubuhnya seimbang. Tapi, gak ada kehangatan dalam keluarga.

Lihat, kan? Gak ada keluarga yang lebih baik dari keluarga lainnya. Semuanya sama. Ada plus-minusnya.

Awalnya bahkan sampe sekarang, saya menganggap ide reality show ini cukup gila. Walopun gak ada adegan romantis, tapi yang namanya ‘tukeran istri’ rasanya gimanaaaa gitu. Masih asing buat saya 😀

Memang ide reality show itu cukup gila. Tapi, pesan yang bisa saya ambil adalah, Jangan terlalu suka ikut campur urusan rumah tangga orang, deh. Setiap rumah tangga tidak ada yang sempurna. Selalu ada positif da negatif di dalamnya. Jadi, bukan berarti kita berhak mengatur telalu dalam, apalagi sampe berantem. Cukup kasih saran secukupnya aja, itupun serahkan ke pilihan setiap orang untuk menerima saran tersebut atau tidak.